Senin, 16 November 2015



1.       MALARIA
1.1 apa itu malaria ?
 “ malaria adalah penyakit infeksi yang di sebabkan oleh protozoa, golongan plasmedium,di tularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles.” (andi sarir, 2002 : 61.“ malaria pada manusia disebababkan oleh empat spesies plasmedium yaitu vivaxyang menimbulkan malaria vivax, pl.falciparum, pl. Malariae menimbulkan malariae dan pl. Ovle yang menimbulkan malaria ovale, malaria vivax di sebut juga malaria tertiana berigna (jinak), sedangkan malaria falciparum juga dikenl sebagai malaria tertiana maligna (ganas).malaia mariae dan malaria ovale meupakan malaria ang berbeda pula demam maupun gejala-gejala klinisnya dan malaria vivax dan malar falciparum. (putra dawati,2000 : 150).“malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk yang dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit malaria ,adpun gejala-gejala yang timbul akibat gigitan nyamuk,demam tinggi,menggigil,,berkeringat dan sakit kepala.” (ni komang dewi ulandari)
1.2   penyebab malaria
penyebab  malaria yaitu adanya sumber infeksi, baik berupa penderitaan maupun karier gametosit,  adanya v\ektor penular yaitu nyamuk Anopholes, dan terdapatnya manusia yang peka.” (putra darwati, 2012 : 151)
2.       gejala klinis malaria
setiap jenis malaria mempunyai masa inkubasi yang berbeda – beda. Pada  malaria falciparum masa inkubasi berlangsung antara  cara  samapai 12 hari, sedangkan pada malaria malariae antara 2 dan 40 hari, masa inkubasi pada malaria vivax dan malaria ovale berlangsung antara 10 sampai 17 hari. Gejala – gejala klinis yang khas {SIC!}, pada malaria adalah demam berrulang,splenumegali, dan anemia. Terdapat tiga tahapan demam pada malaria yaitu stadium rigor (kedinginan) yang berlangsung antara 20 menit sampai 1 jam, stadium panas badan yang berdiam di daerah tersebut harus di obati dengan baik. Karier malaria harus di temukan dan di obati dengan primakuin. Primakuin tidak boleh di gunakan secara masal  karena mempunyai efek samping,untuk memberantas nyamuk Anopheles yang menjadi vektor penular malaria di daerah endemis digunakan inseksisida yang masih efektif memberantas vektor, serta dilakukan pemusnahan secara teratur atas sarang – sarang nyamuk Anopheles yang terdapat di daerah endemis. Gigitan nyamuk dapat di cegah dengan menggunakan kelamb berinsiteksida pada waktu tidur, atau menggunakan repelen yang di usapakan pada kulit badan.” (putra darwati, 2012 : 169)
2.1     pencegah umum malaria
“Pencegah malaria secara umum meliputi 3 hal, yaitu edukasi, komoprofilaksis,dan upaya menghindari gigitan nyamuk. Edukassi adalah faktor terpenting pencegahan malaria yang harus diberikan kepada setia pelancong {SIC!}, atau petugas yang akan bekerja di daerah endemis. Materi utama endukasi adalah mengajarkan tentang cara penularan malaria, resiko terrkena malaria, dan yang terrpenting pengenalan tentang gejala dan tanda malaria.” (agung mugroho, 2001 : 189)
2.2 obat malaria untuk komoprifilaksis
1.       klorokuin adalah obat anti malaria yang paling luas digunakan sehingga efek samping dan data keamanannya, terutama untuk penggu jangka panjang lebih dikenal dengan baik.
2.       Doksisiklin merupakan pilihan kemopropiklasis bagi pasien yang tidak toleran dengan meflokuin didaerah resisten klorokuin.
3.       Frimakuin digunakan untuk tiga indikasi yaitu sebagai prokpilasis primer, untuk mencegah timbulnya malaria selama atau segera setelah perjalanan.(agung nugroho, 2001 : 190)

2.3   pencegahan malaria untuk kunjungan singkat
“belum ada kesepakatan jelas dalam hal definisi lamanya unjungan singkat dan kunjungan jangka panjang yaitu, kurang dari 3 minggu, lebih dari 3  minggu.” (agung nugroho, 2001 :  192)
2.4   pencegahan malaria untuk kunjungan jangka panjang
“kunjungan panjang adalah lama kunjungan kedaerah endomis malaria lebih dari 6 bulan.” (agung nugroho, 2001 : 192)
2.5 pencegahan pada wanita hamil
“ wanita hamil setidaknya menghindari berkunjung kedaerah endemis malaria, dan wanita yag hamil sewaktu berada didaerah endemis disarankan meninggalkan daerah eendemis {SIC!]. wanita hamil sangat beresiko terkena malaria berat dengan morbiditas dan mortalitas tinggi baik ibu maupun anaknya.” (agung nugroho, 2001 : 191)
3         penanganan gangguan pada fungsi organ
3.3   penangan pada malaria cerebal
“ penanganan pada malaria cerebal, 1. Memastikan diagnisis, 2. Mempertimbangkan diagnosis banding, 3. Resusitasi  fungsi vital ( oksigenasi, temperatur, tekanan darah, sirkulasi), 4. Hindarkan tilploglilamia atau  gangguan  metabolisme lainnya, 5. Atasi kejang, 6. Koreksi syok dengan N. Saline, 7. Tidak memberikan obat – obatan yang tidak bermamfaat, 8. Tranfusi darah jika < 15%, 9. Pemberian obat malaria secukupnya, 10. Pendarahan berikan vit K dan transfusi darah, 11. Antibiotika jika ada taanda infeksi sekundeer, 12. Dialisis terjadi gagal ginjal.” (andi marir, 2010 :256)
3.4   penanganan pada malaria gagal ginjal
1.       pastikan bukkan gagal ginjal, pra- renal jika ya koreksi pemberian cairan {SIC!}.
2.       pastikan tidak ada penyakit ginjal sebelumnya
3.       ulangi pemeriksaan setelah 48 jam, jika progresif atau ragu – ragu dianjurkan melakukan dialisis
4.       dialisis sendiri mungkin, khususnya jika terjadi gagal multi- organ, hemodialisis atau hemofiltrasi lebih meenjadi pilihan dibandingkan peritoneal diialisis
5.       pemberiaan depanime dan loop – diuretic masih merupakan area yang kontroversi. (andi marir, 2\010 : 256 – 257)
3.5   penanganan terhadap malaria bilioa
1.       pastikan litorik merupakan manesfestasi malaria berat, sebagai diagnosis banding hepatits karena tifoid, kolesistitis, abses hati.
2.       Jika tersertai kegagalan organ lain, rasatimia, manifestasi, pendaarahan, manisfestaasi serebral, hipoglikimia, menunjukkan kemungkinan infeksi malaria berat.
3.       Berikan vit K  10 mg / hari selama 3 hari
4.       Pastikan kadar gula darah normal karena sering terjadi hipoglikimia
5.       Pastikan tidak ada tanda DIC
6.       Pemberiaan anti malaria sama seperti pada malaria berat yang lain . (andi marir, 2010 : 258)
3.6   penanganan malaria hiploglikemi
pemeriksaan kadar gula darah secara cepat dengan glukometer pada setiap penderita malaria berat ( malaria serebral, malaria dengan keamilan, malaria biliosa), jika kadar gula daarah kurang dari 40% ;
1.       beri 50 M, destrosa 40% IV dilanjutkan
2.       glukosa 10%  per infus 4 – 6 jam
3.       pemantauan gula darah tiap 4 – 6 jam, kadar gula dapat turun beberapa kali
4.       jika perlu obat yang menekan produksi insulin, seperti diazixide, glukagon aatau samastutun analogue {SIC!}
5.       heentikan pemakaian kina HCL jika memungkinkan atau ganti dengan artesunate lartemeter.(andi marir, 2010 : 258)
3.7   penanganan malaria fever
blacwater fever adalah sindrom klinis yang terdiri dari homolisis intravaskular, hemoglobinuria,dan gagal ginjal akut pada pendrita malaria falciparum, terjadi pada penderita dengan pemakai kina yang tidak teratur. Penanganannya:
1.       istirahat ditempat tidur, karena hemolisis memudakan terjadinya gagal ginjal
2.       jika terjadi gagaal ginjal segeera dialisis
3.       hentikan obat yang  menyebabkan hemolisis, kina, halopantrine, mefloguine
4.       menghetikan muntah dan kesedekan dengan mengisap es, sedatif atau tranglulier ( klorpromazin50 – 100mg 1M, diazepan 10mg 2* sehari ). ( andi marir, 2010 : 258 – 259)
3.8   penangan malaria kardiovaskuler
1.       pemberian cairan infus untuk mengembalikan volume darah ( 1C cairan yang mengandung dekstran atauplasma di berikan dalam 1 jam)
2.       jika belum ada perbaikkan tekanan darah dan debar jantung,berikan lagi 1L cairan isotonis.
3.       Jika ada tanda sepsis atau syok septik, berikan antibiotik yang adekuat, seperti sofalosporin generasi 3.( andi marir,2010 : 261)SS

1 komentar: